JENIS-JENIS PENANGKAL PETIR GROUNDING.COM

Jenis-jenis Penangkal Petir

Petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kondensator raksasa, di mana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), di mana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif,Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya.

Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Jenis-jenis penangkal Petir

Penangkal petir Elektrostatic

Penangkal Petir Electrostatic tidak terlarang, tetapi kurang populer digunakan. Prinsip kerjanya penangkal dianggap meniru sebagian dari metode dan sistem penangkal petir Radioaktif, yaitu dengan menambah muatan pada bagian ujung finial atau splitzer agar petir selalu menuju ujung komponen ini untuk disambar. Komponen kondukor dan Gounding tetap dibutuhkan untuk mengubur muatan listrik,Ada pula EF Lighting Protection System yang memiliki prinsip menyalurkan arus petir dengan menggunakan terminal receiver serta kabel penghantar khusus yang mempunyai sifat isolasi tegangan tinggi.

Penangkal Petir Radioaktif

Penangkal petir Radioaktif menjadi metode yang kurang populer dan bahkan terlarang. Kinerjanya adalah dengan menggagalkan proses ionisasi menggunakan zat beradiasi karena penelitian terbaru menyebutkan bahwa muatan listrik pada awan disebabkan oleh proses ionisasi. Bahan zat beradiasi yang mampu menggagalkan proses ini adalah Radium 226 serta Ameresium 241. Kedua bahan ini dianggap bisa menghamburkan ion radiasinya serta menetralkan muatan listrik awan. Metode ini sudah terlarang untuk mengurangi pemakaian zat beradiasi.
Penangkal petir Konvensional
Penangkal petir konvensional tidak lepas dari sosok Benjamin Franklin, ilmuwan dan politikus terkenal yang menemukan penangkal petir pertama . Alat penangkal petir menjadi populer, terutama digunakan untuk dipasang pada gedung-gedung tinggi seperti perkantoran, hotel maupun gedung yang menaungi perangkat vital.
Pada dasarnya penangkal petir bukanlah alat yang rumit dan memiliki komponen yang komplek. Penangkal petir hanyalah merupakan rangkaian jalur yang memiliki fungsi sebagai jalan bagi kilatan petir untuk menuju ke arah permukaan bumi, tanpa merusak benda-benda sekitar yang dilewatinya. Sistem penangkal petir semacam ini dianggap sebagai penangkal petir konvensional dan dikenal memiliki 3 bagian terutama, yakni batang penangkal petir, kabel konduktor serta tempat pembumian/grounding.
Fungsi kabel konduktor tentu adalah untuk meneruskan aliran muatan listrik yang masuk ke batang muatan listrik ke tanah. Bagian ini sering terpasang dibagian luar dinding gedung. Untuk yang ketiga adalah tempat pembumian atau sering disebut dengan istilah Grounding. Fungsi Grounding adalah “mengubur” muatan listrik dari petir ke tanah. Itulah mengapa bagian Grounding sering dipasang didalam tanah dengan bahan yang terbuat dari bahan tembaga berlapis baja.
(Segera Hubungi Whatsap:082120625426 Kami)

3 JENIS PENANGKAL PETIR ARCHIVES

Apa itu penangkal Petir?

Pada penangkal petir terbagi dalam tiga bagian, yaitu batang penangkal petir, kabel konduktor, dan batang pembumian. Batang penangkal petir terbuat dari logam atau tembaga lancip yang dipasang tegak di atas bangunan. Batang tersebut dilapisi dengan bahan anti korosi. Ujungnya dibuat lancip dikarenakan muatan listrik yang bersifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung yang lancip penangkal petir.

Adapun kabel konduktor berbentuk kawat panjang dari tembaga. Kabel ini memiliki diameter sekitar 1-2 cm dan dipasang di luar bangunan. Sama dengan kabel konduktor, batang pembumian terbuat dari tembaga tetapi berlapis baja. Batang yang berdiameter sekitar 1,5 cm dan memiliki panjang 1,8-3 meter ini ditanam dalam tanah. Kabel ini ber fungsi menyalurkan petir ke dalam perut bumi (ground).

Sistem kerja penangkal petir

Sistem kerja penangkal petir kelihatan sederhana, namun sesungguhnya cukup rumit. Tanah (ground) di bumi bermuatan positif, sedangkan awan bermuatan negatif. Saat muatan negatif sudah berkumpul di bawah awan, muatan positif tanah tertarik ke atas melalui kabel konduktor dan terkumpul di ujung batang penangkal petir. Jadi pada saat awan sudah dekat dengan batang, muatan negatif awan dan muatan positif tanah akan saling tarik menarik, sehingga pertemuan muatan positif dan negatif tersebut menghasilkan muatan listrik yang dialirkan kembali ke tanah melalui kabel konduktor.

Fungsi anti petir

Satu hal yang jelas petir cenderung menyambar benda-benda yang posisinya dekat dengan awan seperti pohon atau hunian bertingkat tinggi.Dan juga air hujan yang turun juga dapat menghantarkan listrik dari petir pada manusia atau benda-benda lainnya.Anti petir sendiri digunakan sebagai media penghantar listrik dari sambaran kilat yang diteruskan ke media lain seperti tanah (ground).Pada prinsipnya, semakin tinggi tingkatan lantai sebuah hunian, tentu semakin besar pula kemungkinannya tersambar petir.

Penangkal petir konvensional Tombak (splitzen)

Jenis ini erat kaitannya dengan penangkal petir pertama ciptaan Benjamin Franklin. Sejak dulu, penangkal petir ini paling sering dipakai di rumah-rumah hingga sekarang. Bentuknya yang sederhana ini sangat mudah kamu temukan di toko bangunan dengan harga yang cukup murah. Penangkal petir konvensional cocok digunakan di gedung atau lahan yang tidak terlalu luas, seperti rumah, ruko, dan rukan.

Penangkal petir elektrostatis atau penangkal petir radius

Penangkal petir radius atau penangkal petir elektrostatis ini mempunyai jangkauan perlindungan yang lebih luas dibanding penangkal petir konvensional atau tombak splitzen. Jadi semakin tinggi penempatannya, semakin luas juga area jangkauan perlindungannya. Oleh karena itu, penangkal petir radius ini di gunakan pada daerah luas dan gedung yang tinggi, misalnya di perkebunan, lapangan golf, daerah tambang, kawasan industri, gedung perkantoran, dan pencakar langit. Hanya saja, penangkal petir radius atau penangkal petir elektrostatis jauh lebih mahal dan perlu waktu yang lebih lama untuk instalasinya,Jadi walaupun bangunan sudah dilindungi oleh atap, kehadiran penangkal petir radius tetap amat diperlukan. Sehingga penangkal petir radius ini berguna untuk memberikan perlindungan ekstra agar bangunan tidak terbakar dan tidak merusak alat elektronik di dalamnya serta melindungi manusia yang kerja didalam nya.

(Segera Hubungi Whatsap: 082120625426 Kami)

PENANGKAL PETIR BERGUNA UNTUK MELINDUNGI BANGUNAN

Penangkal petir Mampu Menghindarkan Bangunan dari Sambaran Petir

Penangkal petir atau penyalur petir yang teman-teman lihat di bagian atap rumah hanya berbentuk seperti tongkat panjang saja,Namun, sebenarnya penangkal petir adalah perangkat yang terdiri dari serangkaian jalur yang digunakan untuk mengalirkan listrik dari petir menuju permukaan Bumi,Penangkal petir yang terpasang di bagian atap rumah biasanya terbuat dari tembaga dan memiliki ujung yang runcing, teman-teman.

Ujung yang runcing ini berguna untuk memperlancar proses tarik menarik muatan listrik yang ada di Bumi dengan muatan listrik yang ada di awan,Nah, dengan dipasangnya penangkal petir di atap bangunan, maka petir tidak akan langsung menyambar rumah, tapi akan menuju ke arah batang penangkal petir tadi.

Penangkal Petir Terdiri dari Beberapa bagian

Bagian pertama adalah batang penangkal petir, yaitu yang dapat kita lihat secara langsung terpasang di bagian atap bangunan,Batang penangkal petir ini biasanya terbuat dari tembaga dengan ujung runcing yang berfungsi memperlancar proses tarik menarik dengan muatan listrik antara di tanah dengan di awan.

Tujuan batang penangkal petir dibuat runcing karena muatan listrik punya sifat mudah berkumpul dan lepas pada bagian ujung logam yang runcing,Bagian kedua adalah kabel konduktor yang terbuat dari jalinan kawat berbahan tembaga yang mempunyai diameter sekitar satu hingga dua sentimeter.

Lalu bagian ketiga dari penangkal petir adalah tempat pembumian atau grounding yang berfungsi untuk mengalirkan listrik dari kabel konduktor ke batang pembumian yang tertanam di tanah,Batang pembumian ini terbuat dari tembaga yang berlapis baja dengan diameter 1,5 sentimeter dan panjang sekitar 1,8 hingga tiga sentimeter.

Cara Kerja Penangkal petir

Petir dapat terjadi karena berkumpulnya ion bebas bermuatan negatif dan positif yang ada di awan Nah, ketika muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan listrik positif yang ada di tanah akan segera tertarik,Muatan listrik tadi kemudian segera merambat naik melalui kabel konduktor menuju ujung batang penangkal petir.

Saat muatan listrik negatif sudah berada cukup dekat dengan bagian atas atap, maka daya atau kekuatan tarik menarik antara dua muatan tadi semakin kuat, nih, teman-teman,Hal ini menyebabkan muatan positif yang ada di ujung penangkal petir tertarik ke arah muatan negatif yang berasal dari bagian bawah awan.

(Segera hubungi Whatsap:082120625426 kami)