Palembang termasuk kota dengan aktivitas petir yang tinggi, terutama pada musim hujan ketika awan mendung pekat sering disertai kilat dan guntur. Kondisi ini perlu diperhatikan pemilik rumah dan gedung yang kini mulai memasang panel surya di atap. Panel surya memang menghemat listrik dan ramah lingkungan, tetapi posisinya yang terbuka di titik tertinggi bangunan membuatnya lebih mudah tersambar petir, baik secara langsung maupun melalui induksi dari sambaran di sekitarnya.
Banyak pemilik instalasi di Palembang yang fokus pada kapasitas panel dan inverter, namun lupa pada proteksi petir. Padahal satu sambaran saja dapat merusak modul, inverter, kabel, hingga peralatan elektronik di dalam bangunan. Kerusakan itu sering tidak langsung terlihat, misalnya penurunan kinerja panel yang baru disadari setelah tagihan listrik kembali naik. Karena itu, proteksi petir sebaiknya dirancang sejak awal, bukan ditambahkan setelah kerusakan terjadi.
Proteksi untuk panel surya terdiri dari dua lapis yang saling melengkapi. Lapis pertama adalah proteksi eksternal, yaitu sistem penangkal petir konvensional yang menangkap sambaran dan menyalurkannya dengan aman ke tanah. Ujung penangkal dipasang lebih tinggi dari permukaan panel, dengan jarak aman tertentu agar tidak menaungi panel dan tidak menimbulkan bayangan yang mengurangi produksi listrik. Kabel penghantar diturunkan melalui jalur yang pendek dan lurus, lalu dihubungkan ke sistem grounding yang nilai resistansinya rendah dan stabil, meski tanah di Palembang cenderung lembap dan sebagian wilayahnya berair.
Lapis kedua adalah proteksi internal, berupa pemasangan surge protective device atau SPD pada sisi arus searah dan arus bolak-balik. SPD bekerja membatasi lonjakan tegangan sesaat akibat petir, sehingga inverter dan peralatan rumah tangga tidak menerima tegangan berlebih. Selain itu, seluruh rangka panel, rel aluminium, dan struktur atap harus diikat dalam satu sistem bonding yang terhubung ke grounding yang sama. Tanpa bonding yang benar, beda potensial antar bagian logam dapat memicu percikan dan kerusakan pada komponen elektronik.
Kesalahan yang sering terjadi adalah memasang penangkal petir tanpa memperhatikan jalur kabel panel surya. Kabel yang melingkar panjang atau berdekatan dengan kabel penghantar petir justru dapat menjadi jalan masuknya tegangan induksi. Karena itu, kabel panel sebaiknya dirapikan, dilindungi pipa, dan dipisahkan dari jalur penghantar. Pemeriksaan berkala juga penting, terutama setelah musim hujan lebat di Palembang. Periksa kondisi ujung penangkal, kekencangan sambungan, korosi pada klem, serta kondisi SPD yang biasanya memiliki indikator status.
Untuk gedung bertingkat, perkantoran, hotel, dan fasilitas industri di Palembang, kebutuhan proteksinya lebih kompleks karena luas atap lebih besar dan jumlah panel lebih banyak. Perencanaan harus memperhitungkan zona proteksi, jumlah titik penangkap, dan pembagian area atap agar tidak ada sudut yang luput dari perlindungan. Gedung yang berada di kawasan terbuka, dekat Sungai Musi, atau di lahan yang lebih tinggi dari bangunan sekitarnya memerlukan perhatian ekstra karena lebih mudah menjadi jalur sambaran.
Grounding.ID adalah konsultan penangkal petir dan grounding sejak 2011 yang melayani seluruh Indonesia dan berbasis di Jakarta. Kami membantu perencanaan, pemasangan, dan pemeriksaan sistem proteksi petir untuk panel surya di rumah tinggal maupun gedung di Palembang, mulai dari survei lokasi, perhitungan zona proteksi, pemasangan penangkal dan SPD, hingga pengukuran grounding. Untuk konsultasi dan penjadwalan survei, hubungi kami di nomor 082299008887.